Sumber: Serambi Indonesia, 13 Januari 2008
Cerpen: Saiful Bahri ]
Di bawah cahaya bulan purnama, di mulut kuala, di hamparan empuk pasir hangat pantai Panteraja, kedua dua manusia tua itu bercengkrama, mengurut-urut penggalan kisah hidup yang hampir luput. Angin asin yang berhembus lurus mengiring asing sebuah biduk kecil yang larut melaut. Riak kecil laut yang tenang bersitkankan bayang jingga bulan tembaga dari balik hutan bakau yang merisau. Continue reading ‘Celaka 12′
Komentar Terakhir