Sumber: Serambi Indonesia, 20 Januari 2008
Cerpen: Saiful Bahri
Beratus tahun sudah kupaham-pahamkan jerat jahil yang sabar kau tebar di selingkup kampung kami yang menggelinjang dirangsang tabu demi tabu. Indah nian jerat jahilmu menjerat kami, warga kampung yang lugu, untuk bangga berjahil dan risih tersisih jika tak jahil. Sungguh jahilmu itu telah mendedah dan mengubah tabiat kami, adat kami, darah merah kami. Berbahagialah, karena jahilmu itu telah jahilkan kami. Continue reading ‘Jahil’
Komentar Terakhir